Rujak Aceh perdana part 2
Keesokan harinya, sambil bikin sambil nyontek resep, ya maklumlah ya, namanya baru pertama kali bikin, trial en error judulnya. Habis potong-potong buah lanjut siapin bahan kuah rujak aceh. Pertama-tama rebus gula merah, saring, blender cabe merah, campur kedalam air gula, masukkan garam. Diamkan hingga hangat. lalu buat jus mangga kweni, campur terasi yang sudah digoreng. Campur deh ke air gula yang pertama tadi. Sambil icip-icip sambil ngira-ngira sudah pas atau belum rasanya. Tes rasa ke pak suami, katanya udah enak ya sudah pede-lah untuk bawa hasil karya didapur hari itu ke acara piknik, Bismillah semoga ga mengecewakan yang sudah bawain mangga kweninya dan juga buat mama tk lainnya.Tapi ternyata acara kumpul bareng mama PAUD ga jadi karena mama-mamanya super sibuk. Akhirnya batal itu acara. Jadi buah-buahan yang sudah disiapin buanyak banget dan kuah mangga kweninya yang tadinya mau di bagi 2 separuh untuk mama PAUD dan separuh untuk mama TK ga jadi. Alhasil rujak acehnya semua untuk mama TK. Padahal lumayan banyak, ada setoples 6 liter. Gapapa rezeki mama dan guru TK berarti ya.
Hari yang dinantipun tiba. Saya sudah siapkan buah yg di potong, dan kuahnya. Pagi sebelum berangkat sudah saya campur buah dan kuahnya, tak lupa saya bawa es plastikan sebagai ice gel supaya rujak aceh tetap dalam keadaan dingin ketika disantap nanti. Tau sendiri kan gimana cuaca di ancol, terik-terik sepoi-sepoi gitu.
Pak suami yang bertugas membawa rujak aceh tersebut ke lokasi. Saya dan anak-anak (anak pertama dan adenya) naik bis bareng dengan teman TK anak saya. Lomba berjalan lancar, ya walaupun tetap aja ga bisa kompak 100%, ada aja yang jalannya duluan, yang gandengan dengan gurunya, gandengan dengan temannya, ga fokus, masih lihat kiri kanan, tapi ga apa-apa, melatih keberanian anak. Yang penting anak mau ikut lomba, belajar berani tampil. Setelah lomba selesai, akhirnya ibu kepala sekolah menginfokan bahwa pengumuman pemenang masih beberpa jam lagi. Jadi diperbolehkan untuk mencari tempat piknik di sekitaran pantai sambil menunggu pengumuman pemenang lomba gerak jalan. Gelar tiker, makan siang, ngobrol-ngobrol sambil menikmati indahnya pantai. Lumayanlah ya piknik gini biar emak ga stress sama kerjaan rumah hehehe.
Akhirnya dibukalah bekal rujak aceh ala maknyak asinan. Bagi ke guru, di icip-icip mama-mama, alhamdulillah ternyata mendapat respon positif. Berhasil juga bikin rujak aceh, hasil dari coba-coba resep. Sampai ketika kita selesai piknik rujak acehnya ludes tak berbekas, ada beberapa mama yang sempet bungkus juga. Lumayan buat besok-besok katanya. Saya senang-senang aja, kalo dagangan eh rujak aceh buatan saya habis kemakan semua.
Dsetelah selesai makan siang dan istirahat,diumumkanlah hasil lombanya, sekolah anakku mendapat juara harapan 3. Alhamdulillah, walaupun bukan juara 1 tapi perlu disyukuri karena pesertanya sejabodetabek. Intinya supaya anak-anak berani, jadi menang kalah tidak apa. Yang penting berani maju, tampil itu saja sudah patut di banggakan.
Keesokan harinya setelah anak-anak kembali sekolah seperti biasa, mama Tk masih terkesan dengan rujak aceh bikinan maknyak asinan. Sempet menjadi trending topic juga di sekolah, artinya masih terus diingat rasanya, yang alhamdulillah banyak yang suka.
Belum lagi saat perpisahan atau acara kumpul-kumpul selalu rujak aceh bikinan maknyak asinan di tanyakan dan dicari-cari. Di syukuri aja. Sampai-sampai sempat beberapa waktu kemudian saya di daulat untuk mengajari salah satu mama TK cara membuat rujak aceh. Waduh sudah seperti guru aja ya. Padahal ini semua hasil dari coba-coba. Namun ternyata di percobaan kedua sebagai mentor rujak aceh bisa dibilang sedikiti gagal. Karena apa? Karena kuah dari mangga kweninya kurang kental dan kurang banyak. Lebih banyakan isian buahnya dibandingkan kuasnya. Tapi ga apa, karena peserta, ceile peserta, maksudnya mama-mama yang antusias datang untuk melihat pembuatan rujak aceh tersebut bisa dibilang banyak, ada sekitar 30an mama. Jadi ya biar semua kebagian. Gapapa agak encer kuahnya, kalo ga gitu nanti ga kebagian rata semua. Baiklah ini juga buat pelajaran saya sebagai maknyak asinan, kalo nanti misalnya buka po rujak aceh saya harus membuat kuahnya kental inget saya hal ini akan saya pin up di otak saya.
Dari situlah akhirnya saya kepikiran untuk membuat tambahan menu po jualan yang ada dipikiran saya. Namum karena memang mangga kweni tidak selalu ada saya tidak selalu membuka po rujak aceh. Tergantung musim mamngganya. Selain itu harga mangga kweni juga terbilang cukup mahal bila dibandingkan dengan mangga lainnnya. Jadi pasti harga jualnya tidak bisa disamakan dengan asinan buah biasa. Namun jangan khawatir, ini semua sesuai, ada rasa ada harga menurut saya. Juga ga perlu khawatir yang mau ikutan po bisa kok request pedesnya, apa mau pedas sekali atau sedang atau tidak pedas sama sekali. Semua bisa disesuaikan. Isian buahnya jug abisa di sesuaikan selera pemesan, apakah mau pakai semua buah atau ada buah tertentu yang tidak dipakai.
Biar ge penasaran bisa langsung hubungi di no wa 081297327329 untuk info po rujak acehnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar